Sendai Angklung Club

Suasana Latihan dan Performance, Cerita2, Foto2

My Photo
Name:
Location: Sendai, Miyagi, Japan

Sendai Angklung Club (SAC) is a group whose members are Indonesians living/studying in Sendai, Japan, sharing similar interest on traditional Indonesian instrument called Angklung. The club has perfomed various songs (Indonesian, Japanese, others) in many charity and international cultural exchange events around Miyagi prefecture.

Sunday, April 15, 2007

Sayonara Yonan Sensei dan mbak Elsi



Sedih rasanya tiap ada ada anggota angklung yang pergi. Apalagi Yonan Sensei sang founding father SAC dan mba Elsi yang akan pergi. Tapi begitulah hidup, ada perjumpaan ada perpisahan. Walau hati menolak menerima kenyataan kita harus menghadapinya (aduuhh kok jadi melankolis gini sihh...!!)

Di tengah kesibukan Yonan sensei dan mba Elsi beres-beres, SAC masih bisa membuat acara perpisahan ini. Kita rame-rame menyiapkan hidangan special mie ayam bakso. Terima kasih buat mba April yang telah mengkoordinir masaknya.

Terasa haru walau masih ada gelak tawa, ada pesan dan kesan dari yang akan pergi dan yang masih tertinggal. Untuk Yonan Sensei, kami semua anggota angklung mengucapkan terima kasih banyak, hountouni doumo arigatou gozaimasu, totemo yakunitachimasu. Semoga di tempat kerja yang baru bisa berprestasi seperti prestasi membesarkan SAC.

Hanya pesan kami, agak dikurangi kibishinya ^-^, lebih banyak senyum, agak santai....Tapi untuk yang semangatnya, perfectnya dalm melakukan sesuatu pertahankan ya Sensei.

Untuk mba Elsi, semoga tidak melupakan SAC. Walau cuma sebentar kehadiran nada mi ditangan mba Elsi sangat memberi warna. Semoga di tanah air bisa sukses dalam karier dan keluarga.

Toyoma, kami datang....!!


Tahun ini setelah tampil di Tome-shi Matsuri, kemudian Ishikoshi, Sendai Angklung Club (SAC) kembali mendapat kesempatan tampil masih di wilayah Tome-shi yaitu Toyoma. Toyoma adalah salah satu machi (setingkat kabupaten kali ya...) di Tomeshi. Kali ini tim SAC termasuk lengkap minus Ayami san.

Saat itu pemerintah daerah Toyoma sedang mengadakan acara " Sister City Agreement Ceremony Toyoma - Southlake USA ". SAC diundang sebagai salah satu pengisi acaranya. Selain SAC penampil yang lain adalah tari-tarian Jepang.

Dijemput dengan bis perjalanan selama 1,5 jam. Sesampai di Toyoma sebelum makan siang diajak mengunjungi beberapa tempat bersejarah. Diantaranya museum sekolah dasar, museum kantor polisi dan rumah tua keluarga samurai. Sungguh pengalaman yang mengesankan. Karena baru kali ini seperti itu. Biasanya SAC diundang, datang- manggung-pulang.

Penampilan kali ini kita memainkan lagu Okiina furui tokei, nada sou sou, bengawan solo dan Sekai hitotsu dake no hana. Sambutan penonton luarrr biasa apalagi saat mereka diberi kesempatan mencoba memainkan angklung. Yonan sensei yang kali ini bisa ikut memandu sesi ini dgn sukses. Selain angklung beberapa tarian Jepang juga ikut memeriahkan acara.

Monday, April 02, 2007

Ishikoshi


Tgl 10 Februari 2007, SAC mendapat kesempatan tampil di Ishikoshi. Masih masuk Miyagi Ken tapi sudah dekat Aomori ken. Perjalanan dari Sendai naik bis 1,5 jam. Kita diundang oleh semacam perkumpulan pengusaha di Ishikosi. Ceritanya salah satu anggota grup pengundang terkesan dengan penampilan SAC waktu di Tomeshi matsuri. sebelumnya dikira ada beberapa performence, ternyata angklung mendapat kehormatan show tunggal.

Kita menampilkan 3 lagu, Okii na furui tokei, Nada sou sou dan Sekai ni hitotsu dake hana. Okiina sama nada sousou berlalu, audience terlena menikmati lagu. Waktu lagu Sekai kita pancing dengan tepuk tangan (biar rame hehehe...) akhirnya penonton mengiringi sekai dengan tepuk tangan. Hemm..serasa artis beneran deh hehehe....

Setelah selesai main ada acara mencoba angklung, kelihatan semua antusias mencoba lagu DO RE MI, Budiyati sempat mencoba memandu tapi krn tidak hapal lagunya jadi tidak lancar deh...akhirnya Teh Lusi turun tangan memandu.

Sebelum makan siang, audience minta Nada Sou Sou dimainkan satu lagi. Sempat bercanda honornya tambah dong kalau minta tambah lagu hehehe....

Akhirnya tibalah saatnya kita ikut mencicipi sajian makan siang dengan menu shasimi, tempura, sandwich dan onigiri. Sebelumnya sudah kita sampaikan kita tidak makan daging babi, mirin dan sake. Sudah puas makan disana eehhh..masih dibungkusin buat dibawa pulang. Pertama sih dengan malu-malu menolak..tapi begitu disodori tempat bento ludes juga hehehe...

Karena memang makanan sudah dipesan jadi mottanai kali ya kalau tidak dibawa pulang, lagian pengundangnya kan bapak-bapak semua mungkin mereka malu mau bawa pulang. Rejeki kita deeh...!!

(Photos click here )

Penulis : Budiyati