Sendai Angklung Club

Suasana Latihan dan Performance, Cerita2, Foto2

My Photo
Name:
Location: Sendai, Miyagi, Japan

Sendai Angklung Club (SAC) is a group whose members are Indonesians living/studying in Sendai, Japan, sharing similar interest on traditional Indonesian instrument called Angklung. The club has perfomed various songs (Indonesian, Japanese, others) in many charity and international cultural exchange events around Miyagi prefecture.

Wednesday, January 03, 2007

You Are Still and Always Belong To Us ^_^

Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat.Beberapa orang datang dan pergi meninggalkan jejak-jejaknya di SAC tercinta

Silaturahim SAC 24 Desember kemarin sepertinya merupakan pertemuan silaturahim terakhir di penghunjung tahun 2006. Dipanitiai oleh seluruh anggota SAC, Acara menjadi hangat sehangat nabe dan oden yang disediakan para koki angklungers yang setia meracik bumbu sejak pukul 10 JST di Dapur Naigai.



Acara dibuka oleh moderator langsing penggetar nada sol manthab, Teh Lusi ^_^



`Assalamu`alaikum.w.w.. terima kasih atas kehadiran para anggota SAC dalam acara silaturahim ini…`



Ibu ayu dengan logat sunda khasnya membuka acara selepas makan siang keluarga besar SAC, para kerabat, serta tamu-tamu undangan (seperti Yth. Ketua PPIS misalnya :D). Sayangnya beberapa anggota SAC seperti keyboardis modis kita beserta suami tidak bisa menghadiri acara ini.

Acara berlanjut dengan Kesan dan Pesan dari anggota SAC yang hadir,
Inilah para kontestannya ^_^:

Mojang yang satu ini sedang mengandung anaknya yang ke-2. Gayanya yang lembut keibuan cukup mengesankan saat konser tunggal nada mi tinggi di Sekai ni hitotsu dake no hana :D


Merenung sejenak, lalu berbicara: `SAC teh...
- - -
Si Cantik ibunda artis ternama keturunan kraton boyolali yang satu ini paling seru kalau latihan. Dengan gayanya yang ceria dan murah senyum, ia berbicara..

`Pertama kali masuk SAC…
- - -
Berlanjut ke Si Kalem berkacamata oval. Wanita berdarah Jepang ini sering sekali dikecewakan kalau jadwal latihan SAC. Simak aja kata-katanya:` Wah, Belum pada datang yah. Kirain saya terlambat! ` duh. :D
Tapi lama-kelamaan: `Padahal saya udah datang terlambat, Ternyata massiih paling awal`! Duh

Dengan gaya ala foto model shampo rambut, katanya: `SAC itu….
- - -
Berlanjut ke panelis berikutnya:
Entah apa karena ia berdarah kekaisaran Jepang atau memang bercita-cita menjadi seniman, pendatang baru ini langsung bercokol menjadi secondary keyboardis (bener gak seh bahasanyah :D). Sudah beberapa kali ikut pentas dan merencanakan untuk mengaransemen lagu si Nona Manis.

- - -
Akhirnya, ibu jelita asal padang yang jago bikin pudding ini harus lengser dari nada Do dan pergi meninggalkan Sendai. Ada isak tangis lho saat itu dari anggota yang lain, dan semua meninggalkan pesan dan kesan agar kalaupun sudah berbeda tempat, please keep in touch.. Semoga walaupun di Indonesia, tetap bisa menyumbangkan kontribusinya untuk SAC (jadi designer kostum SAC, tetep ditunggu lho)

- - -
Mojang Bandung asal Sumatra ini juga ikut ambil suara. Dooo…… :D duh!. Emang, si eneng geulis ieu teh ekspert megang nada DO. Tapi katanya merasa kehilangan.. karena rekan sesama nada Do telah meninggalkan Sendai tercinta.,.Bersama putri mungil berpipi merah jambu, ia berkata: `SAC…

Gadis cantik campuran Sunda Palembang ini sepertinya akan menjadi generasi penerus yang potensial memajukan SAC, dalam kesempatan ini gadis ini berujar bla..bla...

Ibu Etty, walaupun hanya sebentar tinggal di Sendai tidak melewatkan untuk selalu memberi support buat SAC. Mungkin karena sekalian mengawal putri tercintanya yaa...^-^. Memberi wejangan yang sangat berguna buat kemajuan SAC. Terima kasih ibu....semoga kami bisa seperti harapan ibu, Amien

- - -
Gelak wanita berdarah Serambi Mekah ini cukup khas. Kehadirannya juga cukup special karena beberapa kali mistik di latihan angklung :D

Ibu ini bercakap: `Angklung itu la….`
- - -
Yak, Kita lanjut ke Panelis pria:
Sensei Angklung ini sering dijuluki si galak oleh para panelis. Tapi sepertinya emang sensei yang ini adalah salah satu motor penggerak angklung. Dengan roda empatnya beliau juga siap menggerakkan box-box perlengkapan angklung saat latihan dan pentas :D.

Katanya: `SAC itu yah…
Lalu sang Ketua SAC berbicara dengan bahasa dan pesonanya yang bijak, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para anggota dan kerabat SAC, memberikan wejangan dan motivasi, juga sedikit rencana-rencana SAC kedepan.
Inilah gaya ketua kita:


Acara pun ditutup kembali oleh sang moderator yang memandu acara ini dengan sabar. Tak ketinggalan acara penyerahan kenang-kenangan dari angklung kepada ibu Ade yang akan pergi meninggalkan Sendai.

- - -
Ternyata dari semua kalimat-kalimat para panelis SAC di pertemuan kemarin, berbeda-beda memang pengucapannya, tapi tetap sama maknanya (Bhineka Tunggal Ika soale), bahwa SAC itu..
MENGESANKAN, MENGGETARKAN, MENCERIAKAN, MEMBUGARKAN, MENGHEGARKAN, MEMUKAUKAN (mudah2xan ngga hiperbolish), MENYEHATKAN (lho?) dan juga MENAUTKAN hati-hati kami untuk memperkenalkan keindahan budaya Indonesia dibalik nada-nada bambu yang teratur.
Semoga anggota-anggotanya tetap semangat beraransemen, berkarya, setidaknya semangat latihan :D

Untuk rekan-rekan SAC yang pernah, sedang, akan datang ataupun meninggalkan sendai,
You`r Still And Always Belong To SAC Family ^_^

Salam fa rendah,