Sendai Angklung Club

Suasana Latihan dan Performance, Cerita2, Foto2

My Photo
Name:
Location: Sendai, Miyagi, Japan

Sendai Angklung Club (SAC) is a group whose members are Indonesians living/studying in Sendai, Japan, sharing similar interest on traditional Indonesian instrument called Angklung. The club has perfomed various songs (Indonesian, Japanese, others) in many charity and international cultural exchange events around Miyagi prefecture.

Monday, April 02, 2007

Ishikoshi


Tgl 10 Februari 2007, SAC mendapat kesempatan tampil di Ishikoshi. Masih masuk Miyagi Ken tapi sudah dekat Aomori ken. Perjalanan dari Sendai naik bis 1,5 jam. Kita diundang oleh semacam perkumpulan pengusaha di Ishikosi. Ceritanya salah satu anggota grup pengundang terkesan dengan penampilan SAC waktu di Tomeshi matsuri. sebelumnya dikira ada beberapa performence, ternyata angklung mendapat kehormatan show tunggal.

Kita menampilkan 3 lagu, Okii na furui tokei, Nada sou sou dan Sekai ni hitotsu dake hana. Okiina sama nada sousou berlalu, audience terlena menikmati lagu. Waktu lagu Sekai kita pancing dengan tepuk tangan (biar rame hehehe...) akhirnya penonton mengiringi sekai dengan tepuk tangan. Hemm..serasa artis beneran deh hehehe....

Setelah selesai main ada acara mencoba angklung, kelihatan semua antusias mencoba lagu DO RE MI, Budiyati sempat mencoba memandu tapi krn tidak hapal lagunya jadi tidak lancar deh...akhirnya Teh Lusi turun tangan memandu.

Sebelum makan siang, audience minta Nada Sou Sou dimainkan satu lagi. Sempat bercanda honornya tambah dong kalau minta tambah lagu hehehe....

Akhirnya tibalah saatnya kita ikut mencicipi sajian makan siang dengan menu shasimi, tempura, sandwich dan onigiri. Sebelumnya sudah kita sampaikan kita tidak makan daging babi, mirin dan sake. Sudah puas makan disana eehhh..masih dibungkusin buat dibawa pulang. Pertama sih dengan malu-malu menolak..tapi begitu disodori tempat bento ludes juga hehehe...

Karena memang makanan sudah dipesan jadi mottanai kali ya kalau tidak dibawa pulang, lagian pengundangnya kan bapak-bapak semua mungkin mereka malu mau bawa pulang. Rejeki kita deeh...!!

(Photos click here )

Penulis : Budiyati